Jumat, 17 Januari 2014

Balada Angkatan Tua


“Waktu ne wes entek, semua keluar, tinggalkan lembhar jawabhan diatas mejha masing-masing” Suara pengawas dengan logat Jawanya memecah keheningan didalam kelas. “Wuuuuu…” sorak mahasiswa serentak sambil berjalan keluar ruang ujian.

Diluar kelas, semua mahasiswa angkatan 2011 menunjukan senyum Pepsodennya. Mereka senang karena itu tadi adalah ujian terakhir di semester 5 ini. Meskipun dari sepuluh soal yang dikasih tadi, cuma dua setengah soal yang kejawab. Selebihnya? Diisi dengan doa-doa dan puisi-puisi cinta. Kenapa puisi cinta? Karena kami percaya kalau cinta tak pernah salah.

Ditengah sorak sorai itu, gue cuma diam seorang diri memperhatikan temen-temen yang sedang asik merencanakan “liburan balas dendam” karena semester ini mereka diperbudak sama tugas-tugas yang nggak mahasiswai. Ada yang berencana liburan ke luar kota, ada yang mau pacaran sepuasnya, bahkan ada juga yang berencana melakukan kawin kontrak hanya selama liburan. Semua tujuannya untuk bersenang-senang.

Ditengah keramaian itu, setelah gue perhatikan, ternyata ada yang janggal. Jumlah populasi angkatan kami semakin berkurang dan nggak sebanyak dulu!. Gue baru nyadar kalau ada beberapa orang temen gue yang udah lama nggak pernah keliatan lagi di kampus. Dan mereka yang menghilang itu jumlahnya selalu bertambah setiap semester. Otak gue mulai berimajinasi. Kalau jumlah seluruh angkatan gue ada sekitar 300-an orang, dan kalau jumlah yang hilang setiap semesternya mencapai 50 orang, maka angkatan kami akan punah seluruhnya pada semester 6!!

*Gue panik*

Gimana kalo cuma gue sendiri nantinya yang bisa bertahan dari kepunahan itu? Gue bakalan hidup sendirian dikampus tanpa teman seangkatan. Tiap hari gue harus menahan malu dan sakit hati karena dilemparin anak-anak MABA pakai binder sambil disorakin “Angakatan tuaa…angkatan tuaa, pergi sana wisuda!! Engkau terlalu hina untuk kampus ini!! Darahmu KOTORRRRR!!”. Lalu besoknya mayat gue ditemukan tergantung setengah telanjang di ruang Dekan.

*SADIS*

Untungnya, sebelum imajinasi gue terlalu jauh, gue cepat-cepat menyadarkan diri dan bergegas ke ruang Tata USaha. Kenapa gue ruang Tata Usaha? Entah lah, gue ngerasa tenang aja kalo berada diruang itu. Setelah gue sadar sepenuhnya dan bisa berpikir jernih, gue bisa menyimpulkan kalau imajinasi gue barusan itu…SAMPAH! Tapi, satu hal yang masih jadi pertanyaan dipikiran gue. Apa kira-kira penyebab dari hilangnya temen-temen angkatan gue ini?

Seleksi alam, kah? di drop out, kah? Atau…diculik Alien?

Karena penasaran, akhirnya gue mencoba mencari jawabannya dengan bertanya ke temen-temen gue yang dekat sama temen-temen gue yang hilang itu. Untungnya ada beberapa jawaban yang berhasil gue dapat dari temen-temen gue mengenai penyebab menghilangnya temen-temen gue yang hilang itu. Penyebabnya itu umum banget. Gue yakin  banget ada juga temen-temen kalian yang mengalami hal yang sama dengan temen-temen gue ini, yaitu menghilang dari kampus. Langsung aja, nih dia penyebab-penyebab menghilangnya mereka:

Masuk Polisi
Sebut saja namanya Wawan. Dia adalah temen gue yang kalo dikelas, sejak dosen bilang “anak-anak, kuliah hari ini kita awali dengan bismillah” sampai dosen bilang “anak-anak, kuliah hari ini kita akhiri dengan alhamdulilah” selalu ketiduran dengan bijaksana. Setiap hari matanya selalu keliatan ngantuk, kayak orang yang habis ngeronda 7 tahun berturut-turut tanpa pernah tidur sehari pun. Dan dari mulai masuk kuliah sampai sekarang, pileknya nggak pernah sembuh-sembuh.

Setelah liburan semester tiga kemaren, Iwan tiba-tiba menghilang dan sejak saat itu dia nggak pernah lagi menampakan ingusnya di kampus. Dia seolah menghilang entah kemana. Tapi karena dia bukan seorang mahasiswa yang penting, gue dan temen-temen yang lain cuek-cuek aja nggak ngelakuin apa-apa. Dia itu ibarat kentut, keberadaannya lebih mengganggu dan tanpa dia, udara jauh lebih segar.

Tapi, di pertengahan semester empat yang lalu, disaat kehidupan kami sudah tenang tanpa dirinya, tiba-tiba Wawan muncul diparkiran. Rambutnya plontos, bentuk badannya menyerupai pejantan Elemen, pakai pakaian ketat, dan alhamdulilah ingusnya nggak meler-meler lagi.

Iyak, benar. Wawan sekarang sudah jadi polisi. Orang yang sebelumnya selalu diamankan warga, sekarang sudah jadi petugas keamanan, yaitu polisi. “Selamat ya wan, gue nggak nyangka cita-cita lo akhirnya tercapai” Ucap gue kepada Wawan. “Iya dong, ngomong-ngomong mana nih cewek yang paling cantik dikampus ini, sini gue pacarin” Sahut Wawan sombong. Tiba-tiba temen gue Andi ngebisikin sesuatu ditelinga gue, “berapa tahun ya hukuman kalo ngemutilasi polisi baru?!”. Gue diem dan buru-buru pergi meninggalkan Wawan dan Andi.

Selain Wawan, ada beberapa orang temen gue lainnya yang juga bernasib baik. Mereka ada yang keterima jadi Polisi, Brimob, dan Akpol. Tapi ada juga yang kurang beruntung dan malah jadi satpam di Bank Syariah Mandiri. But, that’s not a problem. Gue doakan semoga kalian semua jadi Polisi yang baik dan bisa mengayomi masyarakat. Atau seenggak-enggaknya, kalian bisa jadi polisi yang lebih baik dari pada polisi-polisi di Bikini Bottom. Aamiin.

Penyebab kedua adalah..

Pindah Jurusan
Ada temen-temen gue yang sudah dua semester belajar di fakultas Hukum tapi belum bisa menghapal Pancasila dengan urutan yang benar. Tapi kalau di suruh merakit komputer, satu kabelpun nggak pernah kebalik. Ada juga yang sejak masuk fakultas Hukum belum pernah pegang Undang-Undang Dasar, tapi kalau disuruh bagi warisan satu Rupiah pun nggak pernah meleset dari perhitungan.

Yak, mereka adalah korban salah jurusan.

Sedikit cerita, dulu gue pikir masuk fakultas Hukum ini adalah sebuah kesalahan. Gue dulu kepengin jadi dokter, karena menurut gue dokter itu keren dan bisa punya duit banyak tanpa perlu dipanggil KPK. Gue selalu membayangkan diri gue dengan pakaian rapih, kaca mata frame tipis, dan berjas putih sedang memeriksa cewek cantik yang mengalami sakit dibagian dadanya. Its so perfect, guys!

Tapi, belakangan gue menyadari kalau gue hanya tertarik dengan luarnya seorang dokter, bukan ilmunya. Akhirnya, karena gue kuat dalam urusan hapal-menghapal, gue memutuskan masuk ke fakultas Hukum. Karena jadi seorang ahli hukum itu nggak jauh berbeda dengan seorang dokter. Dokter membuat orang sembuh dengan obat-obatannya, sedangkan ahli hukum membuat orang meriang dengan gugatannya.

Jadi buat kalian dedek-dedek SMA, dari pada kalian sibuk mikirin cabe-cabean, mendingan kalian bikin keputusan dari sekarang tentang masa depan kalian. Jangan takut memilih fakultas yang sesuai dengan bakat kalian hanya karena fakultas lainnya  yang lebih keliatan mentereng. Kejarlah profesi yang benar-benar kalian inginkan, karena sebaik-baiknya profesi adalah yang berhubungan dengan hobi.

Pernikahan Dini
Ini adalah alasan yang paling lumrah. Ada beberapa temen gue yang diam-diam udah nikah dan hijrah dari kampus karena malu. Mereka nikah biasanya karena adanya dorongan arus yang kuat sehingga terjadi konsleting syahwat. Ya pokoknya gitu lah, gue yakin kalian sudah sarjana tentang masalah beginian. Jadi, nggak banyak yang bisa gue ceritain tentang hal ini, karena ngomongin rumah tangga orang lain itu dosa. Gue takut Tuhan marah dan dimasa depan gue cuma dikasih rumah, tanpa diberikan sesosok tangga untuk membuat suatu rumah tangga. Pokoknya udah, gue nggak mau ngomongin ini lagi.


Naik Gunung

“Gue titip absen ya, bro..”

“Mau kemana lo?”

“Gue mau naik gunung Himalaya, terus lanjut acara outbond di Istora Senayan”

“Hah? Berapa lama lo pergi?”

“Bentar kok, cuma 8 semester. Sekalian gue titip skripsi gue, ya. Pokoknya pas gue pulang nanti, gue cuma tinggal wisuda doang. Makasih sebelumnya. Bye”

“ ……… “

Itulah pesan terakhir dari temen gue, Rafi. Dia berambisi banget bisa mendaki seluruh gunung yang ada di Indonesia. Bahkan tujuan utama dia kuliah bukan mencari gelar sarjana, tapi supaya bisa jadi anggota MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam).

Setelah berhasil menjadi anggota Mapala, sekitar pertengahan semester dua, Rafi juga menghilang dari kampus kayak temen-temen gue lainnya. Setiap gue tanya, dia selalu bilang lagi di gunung. Tapi anehnya, Twitter, Fb, Path, dan Instagram dia selalu di update setiap hari. Pertanyaannya adalah, gunung mana yang menyediakan sinyal Androit full service? Entahlah...

Dan penyebab terakhir adalah…

Lupa Jalan Ke Kampus
Ini cuma alasan yang mengada-ngada. Alasan kayak gini biasanya dipakai buat orang-orang yang terbuai dengan harta bokapnya dan percaya kalo harta bokapnya itu nggak bakal habis sampai pemilihan presiden Indonesia yang ke-38. Sehingga, mereka beranggapan bisa hidup mewah tanpa harus capek-capek masuk kuliah. Mereka adalah orang-orang yang menentang pepatah “bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian” dan menggantinya dengan “Bersenang-senang aja dulu, toh, susah tak akan datang”. 

Udah, cuma itu penyebab-penyebab hilangnya temen-temen kampus gue. Semoga ada manfaatnya apapun itu dan semoga menghibur. Tapi kalo kalian punya pengalaman yang sama dikampus, please share di comment box, yes. Siapa tau kita bisa membongkar permasalahan hilangnya temen-temen kampus ini secara lebih mendalam dan bisa dijadiin bahan penelitian skripsi. Dan tentunya bisa menjaga keutuhan teman-teman angkatan. Haha…

Terima kasih udah berkunjung ke blog gue.. 

Kecup manja,
Pemilik Sandal Pedot (@sandalpedottt )

30 komentar:

  1. huahahah, ngakak sama penyebab yang terakhir bang xD
    lupa jalan kampus?

    gue angkatn 2013, dan sudah 2 orng dari 70 temen sekelas gue kececer bang ._. #hft

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..baru masuk aja udah hilang dua, nanti disemester 8, bisa jadi kamu satu-satunya mahasiswa yang tersisa..hahaha

      Hapus
  2. nah gue paling suka tuh sama penyebab yang terakhir :D hahaha
    jalan kekampus aja lupa wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tuh, banyak mahasiswa yang suka nyari2 alasan karena males kuliah :D

      Hapus
  3. Wah akhirnya lo nongol juga rie.. Haha xD
    Eh sbenarnya gue agak tersinggung sih ada penyebutan kata-kata "angkatan tua, wisuda, sarjana" -___-" pfft

    Tapi bener, beberapa temen angkatan gue gak kelihatan lg di kampus gara2 alasan itu, ada yg nikah muda lah, gak masuk kuliah seminggu eh tiba2 udah nikah aja. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..iya bang. Baru insyaf nih, capek jadi blogger murtad..
      Jangan tersinggung lah, ah susah kalo ngobrol sama angkatan tua. Sensitif..hahaha

      Hapus
  4. hahahhaa ngakak baca cerita2 teman kamu
    ada yg jadi polisi, selamat ya Wawan skg rambutnya plontos dan udah berani pacarin cewek :p
    trs ada yg nikah muda, wjar sih, ada pula yg salah jurusan hahahaha

    untung ya mereka baik2 saja, tapi yg di Mapala itu gimana kabarnya? hahaha\
    oya masa ada temen kamu yg ngisi liburan buat kawin kontrak... eerrrrrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang Mapala? Nggak tau deh gimana kabarnya. Semoga aja nggak kena erupsi gunung Sinabung..hahaha

      Hapus
  5. Wah wah wah, Arie dengan kisah barunya.
    Tapi kamu tetep ke kampus dong ya? nggak pakai alasan sendal jepit mu menghilang, kamu juga menghilang kayak teman-teman mu dong? haha

    "Setiap gue tanya, dia selalu bilang lagi di gunung. Tapi anehnya, Twitter, Fb, Path, dan Instagram dia selalu di update setiap hari. Pertanyaannya adalah, gunung mana yang menyediakan sinyal Androit full service? Entahlah..."

    itu perlu diselidiki rie, kali2 aja mereka menghilang gitu, eh pas wisudanya sih tetep barengan kamu. kan nggak fair gitu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..iya nih tia..baru nongol gue..
      Biasa itu, palingan dia cuma malas kuliah, terus ngaku-ngaku lagi di gunung..hahaha

      Hapus
  6. yaudah kak.. kalo butuh koneksi internet ke gunung aja :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke gunung mana? Sinabung? Kena erupsi yang ada..hahaha

      Hapus
  7. Lucu mbaca kata-kata "Karena cinta nggak pernah salah". haha ada-ada saja.
    Bukan hanya di kamu, disini juga iya. dulu teman seangkatan saya ada 150 an.. setelah semester 5 ini tinggal 70 an mahasiswa. alasannya sama persis sama di tulisannya. yang paling banyak se kerja, pindah jurusan. Pindah jurusan?, setelah saya tanya temen ku yang keluar alasannya karena nggak kuat dengan Materi yang di ajarkan. IPnya rata-rata di bawah 2. makanya keluar dari Jurusan.
    Kerja?. Tahu sendirikan kalau sudah pegang uang, pasti lupa segalanya. termasuk kuliahnya.
    Kita sama hehe. SALAM KENAL BANG

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya, kebanyakan dari mereka juga kerja dan nggak cuma jadi polisi doang...
      Nah itu, kuliah kan buat cari kerja, tapi kalo udah dapet kerja, buat apa kuliah..ahahaha

      Hapus
  8. wuahaha, kampret lo bang, ngakak gue, apalagi dari nomer 2 trakhir ituu.
    Gue juga lagi ngalamin ditingga temen tuh, cuma dia out nya gara2 gak kemakan di tugas kuliah, yah jadinya Drop Out deh -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mungkin dia gak cocok kuliah di fakultas itu, harus cepet2 pindah jurusan itu. Kalo nggak, kawin aja..hahaha

      Hapus
  9. Hmm. Lupa jalan kampus sebaiknya ganti aja dengan kata mahasiswa yang kalau kuliah cuma buat gaya-gayaan aja. Pengin numpang keren. Jadi, kuliah cuma titip absen terus cabut. Haha.

    Yang pertama barusan gue alamin tuh, bang.
    Kemarin baru aja menuliskan postingan tentang sahabat yang udah jadi polisi.
    Padahal dulunya sering bully, dan ternyata sekarang bakalan membully. Get Karma. :'))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sama aja sih intinya, mereka males kuliah dan punya banyak alasan supaya gak kuliah..hahaha

      Nah itu, semua akan membully pada waktunya..hahha

      Hapus
  10. wah, bang udah lama ga pernah nge-blog nih. haduuuh....
    yah, mngkin ini adalah perjuangan lo bang sbgai cowo tangguh. tapi sblumnya..... lo mrasa diri lo cowo tangguh bkan bang? hahahhah
    yg msuk polisi keren banget tuh yak.... keren bnget tmen'' lo, bang.
    slah msuk jurursan. _ _"..... untung lo bkan dokter, bang. ga tau deh gmna nsib pasien yg lo tanganin _ _'......
    nikah dini? apaan tuh, bang? ga paham.
    hahah
    nah, alesan tereakhir itu. paling freakkk _ _".... lupa jalan. sakit tmen'' lo, bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. nggak ada alasan deh, intinya cuma males aja..haha

      Ya gitu deh, yg namanya mahasiswa, rupa-rupa warnanya..

      Hapus
  11. itu nggak tau jalan ke kampus apa nggak tau jalan lulus?? itu semacam butiran debu nggak sih Ndal? hahaha...
    ah, kalo temen lu ada yang jadi polisi,dulu temenku ngilang tiba tiba jadi masinis!! widih..dan kalo temenku pernikahan dini, mereka tetap ngelanjutin kuliah tuh Ndal..cuman ya gitu..makin lama perutnya makin gede terus nggak muat sama tempat duduk lipet jadi cuti dulu sampai ngelairin @.@

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu mah alasan mereka aja karena males kuliah, tiap gue tanya alasannya "lupa jalan ke kampus" hahaha
      Pernikahan dini yg gue maksud disini, kawin dulu baru resepsi, jadi malu gitu. Mangkanya pindah...hahaha

      Hapus
  12. asslmu'laikum, hei, "Om" Arie.. keren dah tulisanmu.. ngakakk abis... :D :D :D
    eh ada juga to angkatanmu yg nikah dini? wah wah.. Trus, yang mau kawin kontrak itu perlu dipertanyakan deh Om?
    lha kalo lo mau ngapain Om bsok abis dari Bali? lo kan musti ngantor di Lab, Om! wkwkwkwk..
    Lanjutin ngeblognya Om.. tunggu postinganku kalo skripsiku dah kelar.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oalah, tante Siwi toh..
      Ayo mbak, buruan kelarin skripsi. Kita ngeblog..hahaha

      Hapus
  13. "Gue dulu kepengin jadi dokter"
    EMANG BISA ??? ingat cerita map kuning sm ijo ?? hahahahahahaaaaa
    peace mas bro.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berak lah kau gin, kan cita-cita. Tapi ternyata mata berkehendak lain..hahaha

      Hapus
  14. haha sama aja kasusnya sama di kampusku, makin tua semester makin jarang ketemu temen seangkatan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu masalah disetiap kampus... tapi kadang kita nggak sadar :D

      Hapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. temenku ga balik kuliah setelah smt ini, kabarnya ga bayar biaya smt selanjutnya. Sedih jadinya.
    Ada lagi yg ga masuk kuliah, alesannya nyari ruang berlangsungnya kuliah dan ga ketemu -.-

    BalasHapus