Cara Nagih Barang Pinjaman


“Sep, ini bungkusan apa?” Tanya gue ke Asep sewaktu menemukan bungkusan kuning di lemari pakaiannya. 

“Itu celana jeans lo yang gue pinjem pas kita ospek dulu” Jawab Asep santai dan nggak menoleh sedikit pun kearah gue karena sedang asik menyaksikan saluran edukasi favoritnya. YKS.

“Kampret!!! Kenapa nggak dibalikin dari dulu?!”

“Nggak bisa…”

“Loh, kenapa?”

“Waktunya belum indah”

“Maksudnya?”

Asep berdiri, berjalan menghampiri gue dan memegang pipi gue dengan kedua tangannya. “Arie, semua hal itu bakalan indah pada waktunya…” Dia lalu tersenyum dan tanpa berkata-kata langsung kembali ke depan TV.


*Hening

Gue terdiam. Yang ada dipikiran gue waktu itu cuma satu, “Asep kerasukan arwah Mahatma Ghandi!!”

Nggak lama, gue tersadar kembali. Gue baru ngeh kalo itu cuma alasan yang dibikin-bikin sama Asep karena dia udah lama nggak balikin celana jeans itu ke gue.

“DURJANA KAU ASEP!!!” Celetuk gue dalam hati.

Sekarang gantian gue yang mendekati Asep dan sesegera gue menghantam kepalanya dengan  Kamus Besar Bahasa Indonesia ditambah buku telpon provinsi DIY (buku telpon yang isinya nomor telpon orang-orang se-Yogyakarta). Tebel? BANGET!

Setelah puas melihat kepala Asep bocor berdarah-darah, gue langsung mencoba mengenakan celana jeans pendek yang ada dalam bungkusan itu. Jeans itu gue beli sekitar tiga tahun yang lalu setamatnya gue dari SMA. Udah lama banget, mungkin udah nggak muat lagi sekarang. Pikir gue.

Benar saja, setelah gue coba ternyata celana jeans pendek itu cuma bisa menutupi setengah paha gue. Sangking ketat dan pendeknya, gue ngerasa lagi make hotpans ukuran Daus Mini. Gue langsung ngebirit ke cermin yang ada di pojok kamar Asep.

“Ya Tuhan, gue mirip Nikita Mirzani”

Akhirnya, celana itu segera gue lepas dan gue masukin lagi ke lemari Asep. Biarlah celana ini jadi miliknya, gue ikhlas, gue ridho lillahitaa’la…

Nah, berkat insiden malam itu gue jadi terinspirasi untuk membahas mengenai “orang-orang sok pelupa” yang suka lama balikin barang pinjeman kayak Asep. Kadang gue suka dibikin geram sendiri dengan orang-orang semacam ini. Seperti tanpa dosa dan dengan alasan lupa, mereka  seenaknya nggak ngembaliin barang pinjeman tepat pada waktunya!


Mereka mungkin belum pernah ngerasain betapa gelisahnya kalo barang kesayangan mereka ada ditangan orang lain dan nggak jelas kabar beritanya. Apalagi kalo barang itu punya nilai lebih yang nggak bisa dinilai dengan materi. Misalnya, nih, ya, kalung atau gelang yang dikasih sama orang tua, barang idaman yang setengah mati dibeli pakai tabungan sendiri, atau bahkan, daleman mantan yang ketinggalan di lemari.

Mungkin ada beberapa orang yang kuat mentalnya dan berani menagih langsung barang-barang tersebut ke si peminjam. Tapi ada juga beberapa orang yang masih menggedepankan asas ‘toleransi’ sehingga sedikit merasa enggan untuk meminta kembalinya barang tersebut. Contohnya gue. Gue sering nggak enak ati kalo mau nagih barang yang dipinjam sama temen. Entah itu uang atau barang lainnya.

Yang paling gue khawatirkan adalah dicap sebagai orang pelit. Dulu gue pernah nagih barang yang dipinjem sama temen gue selama 3 dasawarsa tapi belum juga dikembaliin. Pas gue nanya barang itu gimana,  jawaban kayak gini yang keluar dari mulut dia:

“Ntar juga gue balikin, perhitungan banget, sih, sama temen sendiri!!!”

Iya, malah gue yang dimarahin. KIMAK!!!

Tapi tenang. Buat kalian yang mempunyai kharakter seorang dermawan kayak gue, gue punya solusi dan cara supaya kita bisa menagih barang-barang pinjaman tanpa perlu takut dibilang pelit atau perhitungan. Awalnya gue ragu dengan cara ini, tapi sejak teruji di ITB dan IPB, gue jadi yakin!

Sebelum masuk ke pembahasan inti, gue kasih dulu semacam kasus biar nanti lebih mudah dipahami.

Kasus
Yanto black adalah seorang mahasiswa fakultas ilmu Percintaan jurusan cinta bertepuk sebelah tangan. Suatu hari, Yudi ebtanas yang merupakan teman sekalas Yanto datang dan bermaksud ingin meminjam laptop kepunyaan Yanto. Yudi berjanji akan mengembalikan laptop itu setelah dia wisuda. Padahal, sekarang dia baru duduk di semester dua.

Karena percaya dengan temannya itu, Yanto pun meminjamkan laptop kesayangannya kepada Yudi. Namun kenyataannya, tujuh tahun setelah Yudi di wisuda, laptop itu belum juga dikembalikan kepada Yanto sebagaimana janjinya. Yanto sangat ingin laptopnya kembali, karena di dalam laptop itu tersimpan foto-foto setengah bugil dirinya dengan pacar sahabat-sahabatnya. Tapi sayang, dia takut dan segan untuk meminta laptop itu kembali, karena Yudi terkenal sebagai orang yang kasar, ketus, aneh, dan gemar memakan eeknya sendiri.

Nah, seandainya kalian ada di posisi Yanto, ada beberapa alasan atau cara yang bisa kalian gunakan untuk mengambil barang kalian itu kembali tanpa harus dibilang pelit atau perhitungan. Alasannya apa? Liat aja dibawah ini:







Dalam keadaan darurat, semua hal yang dilakukan akan dianggap wajar. Termasuk menagih barang pinjaman. Kenapa? Karena keadaannya darurat! Yang kalian butuhkan cuma alasan yang bersifat darurat (boleh boongan, boleh beneran) sehingga dia terenyuh dan mengembalikan barang itu ke kalian.

Dari contoh diatas misalnya, Yanto cukup bilang ke Yudi kalo dia sangat membutuhkan laptop itu karena sebenarnya laptop itu adalah pemberian dari om-om pejabat, sebagai imbalan karena Yanto udah mau niupin matanya yang kelilipan.

Beberapa waktu yang lalu, om-om itu ditangkap oleh KPK karena menyelewengkan dana pembangunan pabrik bakwan bersubsidi. Dan ternyata, laptop itu dibeli dari uang gratifikasi. KPK meminta Yanto mengembalikan laptop itu ke negara. Kalo nggak, Yanto bakalan dijebloskan ke penjara!

Mendangar alasan itu, mau nggak mau Yudi pasti ngembaliin laptop itu ke Yanto karena keadaannya udah darurat banget. Jadi disini, keadaan darurat bisa kalian jadikan sebagai ‘kambing hitam’. Karena kesannya, keadaan darurat lah yang memaksa kalian untuk meminta barang itu kembali. Bukan kehendak kalian sendiri. Sehingga, kalian akan terhindar dari sebutan teman yang pelit dan perhitungan.







Cara kedua ini masih sedikit berhubungan dengan cara yang pertama. Intinya kalian harus mempunyai alasan yang logis agar barang itu kembali ke tangan kalian. Bedanya, kalau cara pertama, alasannya itu adalah sesuatu yang bersifat darurat. Tapi kalo cara ini, alasannya lebih bersifat kebutuhan yang mengharuskan kalian untuk meminjam barang pinjaman tersebut sebentar.

Masih dengan contoh kasus diatas, Yanto hanya  perlu bilang gini ke Yudi:

“Yud, lo kan udah tujuh tahun ini jadi sarjana. Sedangkan gue masih gini-gini aja. Gue udah terlalu ‘eyang’ untuk disebut mahasiswa. Rektor aja manggil gue abang. Ini semua karena gue nggak punya laptop buat ngetik skripsi. Jadi kalo boleh, laptop gue yang lo pinjem waktu itu, gue pinjem sebentar, ya?”

Yudi pasti akan meneteskan air mata setelah Yanto bilang begitu, dan dia pasti akan meminjamkan laptop yang sebetulnya milik Yanto itu ke Yanto. Begitu pula dengan kalian. Kalian hanya perlu meminjam barang yang sebetulnya milik kalian dengan memberikan alasan yang logis ke si peminjam. Tapi inget! Setelah barangnya ada di tangan kalian, jangan pernah kembalikan barang itu ke si peminjam dan jangan pernah meminjamkan barang apapun lagi ke dia. Kalo pun dia berniat meminjam lagi, tegaslah dan bilang “NGGAK”. Ingat, orang keren, pinter, unyuk, dan IP-nya tinggi, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama!!







Cara ketiga ini menggunakan nyokap lo sebagai obyek alasan. Kenapa nyokap dan bukan bokap? Karena nyokap biasanya lebih peduli dengan barang-barang anaknya, berbeda dengan bokap yang terkesan lebih cuek. Jangankan inget barang anaknya, dia kadang suka lupa kalo punya anak.

Untuk menggunakan alasan ini, kalian bisa menggunakan pernyataan-pernyataan berikut:

 “Eh…nyokap gue nanyain,  kok laptop gue nggak pernah keliatan lagi? Gue harus jawab apa?”

Atau…

“Ntar malem nyokap gue mau pinjem laptop buat tanding PES sama adik iparnya, gimana dong?”

Mendengar hal itu “kalo” temen kalian peka, dia pasti bakal balikin barang yang dia pinjem dengan segera. Karena sang pemilik asli dari barang udah menagihnya. Yaitu nyokap kalian. Tapi, kalo dia masih nggak peka dan nggak sadar diri….

Pakai cara terakhir…!!







Udah, tunggu apa lagi?!! Datang kerumahnya dan Iket lehernya, selipkan sisir yang riginya runcing di belahan pantatnya dan suruh dia duduk. Biarkan dia menderita ketika ujung sisir yang tajam itu menusuk daging lunak di belahan pantatnya yang hitam!!

Kemudian, masukin setengah kilo biji cabe Jawa ke mulutnya lalu sumbat dengan granat yang pemicunya udah kebuka. Ambil barang kalian yang dia pinjam dan siram rumahnya dengan minyak tanah. Sebelum pergi, tatap matanya lalu bilang “astalafista beybi..” kemudian lempar korek dan bakar rumahnya!! Walaaaa… barang kalian sudah kembali :)

Segitu dulu ya tips dan saran dari gue. Semoga bermanfaat dan barang kalian bisa cepat kembali. Maaf kalo postingan ini agak panjang, sebab ini “hukuman” bagi gue karena dua minggu kemaren nggak nge-posting :)

Kalo ada yang punya trik atau tips lain tentang kasus diatas, silahkan koment aja di comment box, siapa tau berguna bagi yang lain. Dan kalo ada yang nggak suka terus mau ngeritik tulisan gue di atas, boleh juga, kok. Silahkan aja. #GueRaPopo

Sekian dulu, dadah babay, see you next post :)

Kecup Manja
Pemilik Sandal Pedot (@Sandalpedottt)

.

32 komentar:

  1. Wuidih ngepost lagi nih, udh gitu tampilan baru lagi haha

    Gue juga pernah tuh rie, barang gue gak pernah di balikin. Kaos. Dan sebagai balasannya gue pinjem kaos ke dia terus ga gue balikin.. Haha

    Yg terakhir terlalu kejam rie.. Sebenernya orang ketawa itu butuh kerelaan.

    Gue kurang rela ajah saat tips terakhir yg lo kasih.. *ala radit* itu ajah sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tampilan seadaanya fik...gue nggak ngerti ngedesign..haha

      *Ala radit* gimana fik maksudnya??

      Hapus
  2. kapan2 posting "tips nagih sisa-sisa cinta dihati mantan" bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang itu jangan di tagih, udah punya orang...hahaha

      Hapus
  3. hhahahahaa emang iya kamu mirip Nikita Mirzani... eeeh :p
    emang rese tuh punya temen2 yg pura2 lupa pinjam barang ke kita huuufc
    btw contohnya konyol ih
    masa pinjem laptop selama 7tahun
    alamaaak lamaynaaaa
    mending beneran ditodong pakai granat aja, cetaaar
    kalo mau nagih barang alasan utamaku biasanya "ditanyain ortu" hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha...itu cuma buat lucu-lucuan doang kok. Iya, cara itu kadang juga gue pake :))

      Hapus
  4. Please banget baca tulisan ini ngakak dari awal! Kenapa juga itu si asep nyamperin arie dan bilang gitu. ngebayanginnya aja udah geliiii hahaha

    Yanto kok oon sih lulus belum tapi udah minjemin laptopnya duluan. Macam mana ya orang kek gitu

    Tipsnya boleh dicoba tuh. TAPI NGGAK YANG TERAKHIR. Eh maaf capsnya kesentuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..Asep memang menzizikan :))
      Namanya juga orang terlanjur baik, ya di apa2in aja mau...hahaha
      Kenapa gak mau nyoba? coba aja, itu cara yang paling ampuh :)

      Hapus
  5. Hahaha..benar ampuh sekali tuh idemu..
    Aku pun sering jadi korban bully peminjaman buku. Bukuku ngga kembali. Kasian kan bagaimana nasib bukuku di sana. Takutnya di makan tikus di almarinya..

    Keren lah untuk postingannya.. aku setuju banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah, cobain aja tips2 gue barusan ke temen lo itu. di jamin buku lo kembali, kalo nggak kembali, ya itu sih DL...wkwkwk
      Thanks, bro..

      Hapus
  6. haha iya bener broo, biasanya saya pkek alasan "keadaan darurat" maklum anak kos kalau tanggal tua dan gak punya uang, biasanya segera mengingat2 uang yang telah dipinjem. kalau sudah inget tinggal nagih deh :D
    keren postingannya hehe

    http://sirajuddinabraham.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ininih, sama banget sama gue...kadang yg gak punya utang sama kita pun, kita bilang kalo dia punya utang. Yah, namanya juga kepepet...hahahaha

      Hapus
  7. todong pake granat! hahahaha... paling sebel tuh sama orang2 type gitu, suka minjem males baliin. apalagi ada yg tukang pinjem pas dimiunta malah marah2, minta digantung di monas aja orang kayak gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, kalo org yg di tagih malah marah2, cocoknya cuma pakai cara yg terakhir...hahahaha

      Hapus
  8. postingan yang sangat berguna.
    aku yakiiinnn banyak yang mengalami hal seperti ini!
    termasuk aku -____-
    dan jurus2 ampuh kayak diatas bisa diterapkan.
    males ama org yg tukang pinjem, gak modal, tp lelet balikinnya.
    apalagi barang rusak pas balik.
    hwaaaa mau minta ganti rugi kok ndak tega.
    makanya mending ditagih secara halus kayak di atas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipp..selamat mencoba. Kalo barangnya udah balik, jangan pernah pinjemin apapun lagi ke dia...ntar malah susah lagi nagihnya :)

      Hapus
  9. Ngancem keluarganya kalo gak di balikin itu masuk juga gak?
    Paling males emang minjemin ke temen.
    Mau minta di kembaliin, gak enak.
    Tapi kita pun butuh.
    Apalagi yang di pinjem itu barang kesayangan.

    Tapi emang aku paling males deh minjemin barang ke temen.
    Biarin juga dibilang pelit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa-bisa... itu tadinya juga mau gue masukin, tapi takut malah jadi provokator terus di bui, jadinya gak jadi..hehehe

      Boleh sih minjemin, tapi ke orang2 yang bertanggung jawab :)

      Hapus
  10. Gue lebih milih alsan asep. Iya. Gue akan jawab prtnyaan tmen gue, sma sperti asep. 'Belum waktunya gue balikin. Smua akan indah ktika wktunya'. Stuju bget gue sma asep. Hahahah...

    Klo gue sih, lbih mlih lgsung ngomong lgsung ke orgnya. Krena apa? Krena itu murni milik kta. Trlebih lgi, belinya dri duit ortu. Ah, gue smsa bodo lah. Yg pnting brngnya blik.

    Klo cra yg kdua, rsanya aneh. Gue mnjem sma org, brg gue sndri.... _ _". Dri pda gtu, gue tsuk orgnya mke jrum ampe k.o dah. Hahah

    So, gue lbih mlih srannya si asep. Wlaupun, dri tulisan lo ini, si asep ga ngasih saran sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...jadi lo adalah org2 pemberani yg gak segan nagih barang pinjeman ya...keren. Lo gak butuh tips gue, karena tips gue ini buat org2 yg suka nggak enakan..hahaha

      Hapus
  11. haha, boleh juga idenya, dan menururt gue yang paling lumrah dilakukan dan kalo dipikir pikir paling wagu itu, "Eh, pinjem dulu dong sendal gue yg kemarin...udah musim ujan nih.." itu sih...tapi wagunya, itu punya siapaaaa, yg pnjem siapaaa..tapi ya gitu, orang Indonesia suka nggak tegaan tapi malah jadi menyengsarakan diri sendiriii...fiyuuuh...jadi mending sebelum pinjem ya blang dulu, "Kalo udah balikin yaah, aku jga mau pake niiih.."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener banget, bilang ke dia kalo kita juga masih butuh itu barang, jadi harus di kembaliin tepat waktu. Sukur2 dia paham...hehehe

      Hapus
  12. Sadis banget pake adegan berdarah segala haha
    Emang orang begitu kalo pinjem nggak tau diri, giliran udah ditagih malah mencak-mencak. Satu-satunya jalan yang paling mujarab itu, rampok dia dan kamu bunuh. Selesai! haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ternyata ada yg idenya lebih ekstrem dari gue...hahaha

      Hapus
  13. hahaha -____-
    tulisan elo emang beneran kampret! ape lu kate mirip nikita mirzani segala..

    tips2 dari elu keren, gak semua orang bisa mikir kayak gitu. kecuali orang2 tertindas banget yang barangnya dipinjem temen tapi gak berani nagih saking cemennya. iya, gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maacih bang eyottt... :****

      Eh, kok ujung2nya malah ngeledek yak? -___- Biasalah orang indonesia, suka nggak enakan sendiri, trus ujung2nya malah ribet sendiri. Gue cuma mau bantu mereka..hahaha

      Hapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  16. Halo, saya Mrs Sophia Mason, pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup. Apakah Anda memerlukan pinjaman untuk melunasi hutang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh Bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda memerlukan konsolidasi pinjaman atau hipotek? mencari lebih banyak karena kami di sini untuk membuat masalah keuangan Anda semua hal dari masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit yang buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis di tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami menyediakan bantuan yang dapat diandalkan dan Penerima dan akan bersedia menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini oleh email kami sophiamasonloancompany@gmail.com

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus