Tips mendekati Mahasiswa Baru



“Jangan deket-deket sama Maba!”

“Jangan mendekati lokasi ospek dalam radius 500 meter!”

“Ke kampus pakai baju yang biasa aja, jangan sok kecakepan!”

“Pokoknya abis kuliah langsung pulang, jangan nongkrong dulu di kantin!”


Itulah kalimat dari seorang Ayu kepada gue ketika kampus kami kebanjiran mahasiswa baru bulan ini. Sebagai cowok yang amanah, gue langsung mengiyakan instruksi dari Nyonya Besar itu. Takut dia ngambek terus ngacak-ngacak pasar.

Sedikit cerita, hubungan gue dan Ayu awalnya adalah hubungan antara senior dengan juniornya. Waktu itu Ayu baru saja menyandang gelar sebagai seorang mahasiswa, sedangkan gue sendiri sudah menjadi mahasiswa sejak Nobita dan Doraemon belum tinggal serumah.

Meskipun berbeda generasi, tapi waktu itu gue berhasil mendekati Ayu dan sukses menjadikannya pacar. Kami papasan di lobi, nggak sengaja tabrakan, ginjal gue jatuh, Ayu bantuin mungut, tangan kami bersentuhan, kenalan, Ayu mendonorkan ginjalnya, lalu tidak lama setelahnya, kami jadian.

Gue kira, waktu itu Ayu langsung mau menerima gue karena tingkat kegantengan gue yang semena-mena ini. Namun keesokan harinya dia bilang bahwa alasan sebenarnya dia mau menerima gue karena:

“Aku butuh sosok orang tua yang bisa membimbingku”

#JLEB

Bukannya pacar, sepertinya Ayu malah menganggap gue sebagai pamannya.

Tidak hanya gue, ada beberapa mahasiswa-paruh-baya lainnya yang juga berhasil mendapatkan hati para mahasiswa baru. Namun tentu saja, disetiap keberhasilan pasti ada kegagalan. Tidak sedikit angkatan tua yang harus gugur di Medan Perang dan menuai kekalahan saat akan mempersunting MaBa yang mereka inginkan. Seperti teman baik gue, Aris, yang menjadi trending topik di kampus karena gue menuliskan kisah kegagalannya di blog ini. Nyang mau baca klik disini.

Nah, sebagai salah satu angkatan tua yang berhasil, gue tidak ingin menyimpan pengalaman keberhasilan ini sendiri. Gue merasa bertanggung jawab jika ada angkatan tua yang tidak memiliki pendamping saat wisuda. Gue merasa malu jika di Indonesia masih ada angkatan tua yang tidak memiliki bahu untuk bersandar ketika skripsinya di coret-coret dosen pembimbing pakai spidol marker permanen. Maka dari itu, gue ingin berbagi tips ke kalian (Mahasiswa semester tiga keatas) yang ingin mendapatkan seekor adik MaBa. Apa tipsnya? Nidia…


Tips pertama:

BER-WIBAWA-LAH

Kampus adalah tempat orang-orang menimba ilmu. Akan banyak jenis orang di kampus. Dari mulai anak gaul, teteh-teteh sosialita, orang-orang pinter berilmu pengetahun, sampai orang pinter beneran (Bisa pelet, santet, dan bekam). Nah, yang perlu kalian ketahui adalah, para MaBa yang berstatus ABC (Anak Baru Culiah), akan mencari sosok yang berbeda dari itu semua. Mereka akan mencari sosok yang tidak mereka temukan saat di SMA/SMK/STM/Sederajat. Yap, sosok yang mereka cari adalah seorang pria yang berwibawa dan dewasa!




Tampilah di depan adik MaBa sebagai seorang yang mencerminkan kehidupan kampus yang intelektual dan berkelas. Gunakan kemeja polos/batik, celana bahan, sepatu pantofel, dan bawalah tas. Perlu diingat, penggunaan tas sangat penting karena tas merupakan identitas kalian sebagai seorang mahasiswa. Jika kalian berpakaian formal namun tidak membawa tas, besar kemungkinan kalian akan terlihat seperti sales belender Pop Ice.

Tapi juga, jangan berpakaian terlalu formal seperti menggunakan stelan jas dan membawa tas koper ala papi-papi buronan KPK.

Gue males pakai kemeja, bolehkah berpakaian santai?

Boleh! Namun jangan terlalu santai. Hindari memakai sandal rematik saat kuliah atau kaos oblong hadiah panjat pinang. Intinya, apapun pakaian yang kalian gunakan usahakan selalu terlihat rapih dan mencerminkan kedewasaan. Itu penting karena sudah sewajarnya angkatan tua itu bersikap dan berpenampilan dewasa.


Tips kedua:

JANGAN TERLALU AGRESIF

Kebanyakan angkatan tua dengan usia lanjut, memiliki hormon testosteron yang menggebu-gebu sehingga gampang sekali birahi. Mahasiswa baru akan takut terhadap aki-aki yang gampang birahi. Maka dari itu, dekatilah mereka dengan elegan. Bertingkahlah biasa saja meskipun dalam hati kalian sudah ingin sekali mengajak mereka membangun sebuah mahligai rumah tangga.

Jangan terlalu menunjukan bahwa kalian tertarik, sedikit cuek tidaklah masalah. Itu malah akan membuat mereka penasaran. Intinya, selalu jadi diri sendiri dan menjadi pribadi menarik yang tidak membosankan. Lebih bagus lagi jika kalian memiliki jiwa humor yang tinggi, namun jika tidak, jangan memaksakan diri untuk melucu karena akan menimbulkan kesan garing yang tidak nyaman. Karena dengan humor, niat kalian untuk PDKT akan berjalan alami dan akan banyak orang yang akan nyaman dengan kalian. Contohlah kakak senior dari fakultas Agroteknologi ini:




Tips ketiga:

PENCITRAAN ITU PERLU

Seperti kebanyakan calon pejabat yang ingin mengambil hati rakyat, sesekali lakukanlah pencitraan di depan mahasiswa baru yang ingin kalian dekati. Misalnya, sok akrab dengan dosen, upload foto sedang rapat organisasi, upload foto sedang baca buku di perpus, atau foto tugas-tugas kuliah kalian yang menumpuk.

Hal itu akan memberikan kesan yang “WAW” dan menjadi nilai tambah dimata mahasiswa baru. Kalian akan di cap sebagai cowok cerdas yang memikirkan masa depan. Kalian bukanlah cowok-cowok mesum yang suka gentayangan tengah malam ngintipin janda. Meskipun sebenarnya, pencitraan itu hanyalah rekayasa yang dibuat-buat. Foto tugas yang menumpuk karena dari semester satu tidak pernah dikerjain, akrab dengan dosen karena sudah mengulang kuliahnya 102 kali, dan foto rapat organisasi sebagai seksi pengepul sisa-sisa nasi kotak.

Selama dia percaya, hal itu bukanlah masalah. Namun perlu diingat, jangan melakukan pencitraan terlalu berlebihan.


Tips keempat:

HINDARI YANG TERLALU POPULER

Sudah menjadi tradisi jika sedang ospek, ada beberapa mahasiswa baru yang menjadi omongan karena kecantikannya yang lebih daripada teman-temannya. Hal ini akan membuat banyak sekali kakak senior yang mendekatinya. Dan bukan tidak mungkin, para senior itu akan menjadi brutal, saling serang, saling bacok dan lempar-lemparan anak panah.

Kondisi seperti ini sangat tidak stabil. Maka dari itu, jika kalian tidak memiliki wajah setampan Lee Min Hoo, mama kalian bukan Ratu Atut yang kaya raya, kepribadian kalian tidak lebih menarik dari Adul, alangkah baiknya kalian jangan ikut bersaing.

Terlebih lagi, MaBa yang banyak diperebutkan cenderung menaikan harga dan sering jual mahal karena mereka banyak yang memuja. “Situ siapa berani-beraninya nembak gue? Anak dekan? Cucu Rektor? Atau, keponakan Jokowi?”

Maka, carilah mahasiswa baru lain yang sepantar dan sederajat. Yang tersembunyi dan tidak terlalu menjadi rebutan. Dengan begitu saingan kalian akan sedikit dan kemungkinan berhasil menjadi semakin tinggi. Saran tambahan, carilah mahasiswa baru yang memiliki nilai investasi. Maksudnya, yang bersih dan peduli dengan penampilan. Sehingga dia yang awalnya biasa saja saat kalian baru pacaran, karena sifatnya yang terus memperbaiki, lama kelamaan akan menjadi cantik. Itulah yang gue maksud nilai investasi. Jadi apabila sewaktu-waktu kalian bosen, kalian bisa melepasnya dengan harga jual yang tinggi.

Hal itu sangat mungkin terjadi, karena gue selalu percaya…

“Setiap mahasiswi akan cantik pada semesternya!”

Seperti tante satu ini:




Tips terakhir:

Dekati teman-temannya

Sebagian besar mahasiswa baru yang baru saja kuliah dan memasuki lingkungan baru, akan merasa kurang percaya diri dan cenderung takut salah langkah. Jika ada sesuatu yang harus di putuskan, mereka biasanya akan terlebih dahulu meminta pendapat dari teman-temannya dan berharap teman-temannya dapat memberikan masukan yang terbaik.

“Kalo mandi, gue harusnya shampoan dulu atau sabunan dulu?”

“Mendingan mana, kuliah abis itu nikah, nikah di tengah-tengah kuliah, atau gak nikah tapi punya anak?”

Nah, karena alasan itulah kalian harus melakukan pendekatan ke teman-temannya. Agar ketika dia bertanya, “Eh..kakak itu orangnya gimana, sih?” Teman-temannya akan kompak menjawab “Dia orangnya asik, baik, lucu, dan gak gampang kena maag. Terus orangnya sopan, kalau ketemu ibu kantin selalu cium tangan”

Dengan begitu, target kalian akan terpengaruh dan mulai bisa menerima kalian karena teman-temannya juga sudah merasa klop dengan kalian dan sudah memberikan restu.

Langkah selanjutnya tinggal lebih gencar mendekati, ajak jalan, tembak, laluuuuu….selamat, kalian punya pendamping saat wisuda!!



Okey, segitu dulu ya. Ayu udah manggil-manggil nih minta dibikinin tugas. Sekian tips dari gue, thanks for reading guys and good luck for you :)

Follow Twitter baru gue ya, @Ariesuryawinata








7 komentar:

  1. Hahahaha. Oke oke baca ini jadi geli sendiri inget gosipnya temen sekelas soal pencitraan anak-anak cowo demi maba cantik. Ya mau bagaimanapun, semuanya (harus) indah pada waktunya ya. Dan, pada waktunya adalah... punya gandngengan waktu wisuda :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah, itu emang udah kodratnya..
      dedek maba yang caem-caem sekarang jadi rebutan :D
      Tapi kebanyakan kakak senior cowok yang begitu, sedangkan kakak senior cewek umunya nyari yang lebih senior lagi..hehehe

      Hapus
  2. Hahahahahahhaha *ngakak* baca post ini :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maacih Mahadewi, semoga ada hikmahnya, gak cuma bikin ngakak doang..hehehe

      Hapus
  3. ngahaha, fresh tulisan nya.
    btw, melepas dgn harga tinggi? ngahaha

    BalasHapus
  4. hahaa... ngakak aku..
    menghibur juga.
    dulu waktu maba kirain kau gak ada bakat nglawak apa lagi nulis gini. keliatanya serius.

    BalasHapus
  5. hahaa... ngakak aku..
    menghibur juga.
    dulu waktu maba kirain kau gak ada bakat nglawak apa lagi nulis gini. keliatanya serius.

    BalasHapus