Selasa, 07 Oktober 2014

Tips Menghadapi Pacar Drama

Kemaren sore gue iseng buka Facebook. Udah lumayan lama juga medsos satu ini nggak gue jamah. Sejak ada Path, Instagram, apalagi Twitter, nasib Facebook udah sama kek bini tua. Nggak pernah lagi “dimasukin.”

Sekitar lima belas menit lamanya scroll, gue bisa menyimpulkan bahwa isi Facebook sekarang makin aneh. Di Beranda gue misalnya, penuh sama akun Online Shop yang ngejual macem-macem barang. Dari mulai alat yang bisa bikin titit lelaki jadi sebesar betis babon, sampai beha elektrik yang bisa menyala dalam gelap.

Nggak cuma itu, banyak juga akun yang kerjaannya upload-upload foto selfie dengan gaya yang bisa bikin mata orang yang ngeliat langsung terserang kanker retina.

Terus, ada juga sebuah akun yang isi statusnya emosional pake banget. Iya, dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dia terus update status marah - marah kek sopir angkot yang mobilnya kena derek sama Dishub gara-gara parkir di kotak penalti GBK. 

Nama akun tersebut adalah, Bambang PhobiaSetan.


Yap, tiap Bambang update status, dia pasti pake kata-kata kasar yang bisa menyayat qalbu dan bisa bikin kak Seto speechless 3 hari.

Dari mulai kata-kata binatang (Anjing, jerapah, microba, paus bongkok) sampai kata-kata kasar (amplas, tapak sandal, kulit wajah Andhika eks. Kangen Band) udah pernah dia ucapin di status-statusnya.

Gue nggak kaget kalo suatu hari nanti akan ada akun baru yang muncul dengan nama, Setan PhobiaBambang.

Kebringasan Bambang, sukses bikin setan-setan jadi phobia.

Akhirnya Bambang terpaksa gue unfriend, karena dia mengancam kerukunan antar pengguna Facebook dan juga menghambat impian gue untuk menciptakan Facebook yang syariah sebagaimana saran umi Pipik.


Keanehan lainnya yang paling-paling-PALING menonjol di Facebook adalah akun-akun yang suka bikin status drama. Isinya tulisan-tulisan galau dari seseorang yang ngerasa hidup dia paling ngenes se-Asia-Tenggara-Barat-Daya-Laut-Merah-Washington-DC.


Sumber: annisarhmw.blogspot.com

Nggak cuma di Facebook, sih. Akun-akun begini kadang juga suka menebar benih kesedihan di medsos-medsos lainnya juga. Kayak Twitter, Path, BBM, atau Line.

Kalian pasti nggak asing sama status yang isinya nyalah-nyalahin diri sendiri, ngerendah-rendahin diri sendiri, me-ngenes-kan hubungannya sendiri, terus upload foto lagi nangis mamerin air matanya yang ngalir deras kek PDAM Sumatera Selatan. Padahal aslinya, sih, nggak gitu-gitu banget.

Gue inget dulu gue pernah punya pacar yang dramanya udah tingkat Konferensi Meja Bundar.

Gue sibuk dikit, langsung update status: “Emang nggak ada yang peduli sama gue di dunia ini!”

Lupa ngingetin makan, langsung ngeluh: “Gue mau mati aja!”

Ngobrol sama cewek lain, langsung ganti PM: “Untuk cemburu pun aku tak berhak”

Padahal waktu itu gue cuma minta bonus bensin sama mbak-mbak SPBU.

Ujung-ujungnya, meskipun gue yang gedeg, eh malah dia yang mutusin gue dengan alasan: “Mau fokus tes CPNS!”

#JLEB

#JLEB

#DUAR

Pengalaman pahit itu bikin gue ngerti, pasti orang-orang yang punya pacar drama suka bete sendiri ngeliat kelakuan pacarnya yang begitu. Gue sebagai orang yang lebih dulu jadi korban drama nggak bisa tinggal diem. Gue akan berbagi tips ke kalian tentang gimana caranya untuk ngadepin pacar yang drama. Supaya kalian nggak salah langkah dan drama dia nggak semakin menjadi-jadi. Karena pacar yang drama sesungguhnya tidak untuk ditinggal pergi, mereka hanya butuh pawang yang bisa menemani dan mengerti.

Gimana tipsnya? Read more aja ya….


Pertama!

JANGAN IKUT DRAMA

Punya pacar yang drama, berarti harus siap ngeliat adegan sinetron secara live. Tiap momen yang kalian lalui pasti dijadiin adegan sama dia. Salah dikit, langsung galau. Berantem dikit, langsung ngemil Baygon Lavender.

Pas pacar dramanya lagi kambuh, sebagus apapun drama yang dia mainin, jangan sampai kalian ikut-ikutan jadi drama. Ibarat film, kalian berperan sebagai sutradara, sedangkan doi adalah sang pemeran utamanya.. Tugas dia memang untuk berdrama, tapi tugas kalian adalah mengatur jalannya cerita, bukan ikut berdrama ria.

Contohnya, nih:

Suatu hari pas balik kuliah, kalian ngajak dia liat sunset sambil minum es Nutrisari di jembatan Suramadu. Tapi dia nolak. Sebab kalian kuliahnya di Manokwari. Butuh dua minggu buat naik motor dari Papua ke Jawa Timur.

Pacar      : Maafin aku sayang, aku gak bisa nurutin kemauan kamu. Aku emang pacar yang nggak guna! Gak pernah bisa bahagiain kamu! Hiks…

Meskipun kata-katanya dalem banget kek lobang Lapindo, jangan pernah tergoda buat ngeladenin. Kasih komentar yang biasa aja dan kalau bisa, alihkan perhatiannya ke hal lain.

“Gapapa kok sayang. Eh…eh…kamu udah tau Marshanda kena bipolar?”

Dengan mengalihkan perhatiannya seperti itu, dia akan lupa untuk drama. Sikap biasa kalian juga pasti bikin drama dia berhenti karena ngerasa nggak ditanggepin. Karena drama tidak akan sempurna tanpa ada lawan main untuk berbagi duka lara.


Kedua!

JANGAN EMOSI

Kalo dipikir-pikir, siapa, sih, yang nggak emosi liat pacar drama?

*Pagi-pagi karena dia telat bangunin:  “Aku bahkan gak lebih baik dari alarm Henpon Mito”

*Siang-siang kalian lupa ngabarin: “PLN aja kalo aku telat bayar, suka ngabarin. Masa kamu nggak?”

*Malem-malem karena kalian ngirim emot “kiss” kebanyakan: “Aku KOTOOORRR!”

Sebagai pacar yang baik, kalo kalian beneran sayang, jangan marahin dia karena sikapnya itu. Karena logikanya:

Dia drama à kalian marahin à karena dimarahin, dia sedih à karena sedih, dia drama lagi à kalian marahin lagi à karena dimarahin lagi, dia makin sedih à karena sedih, dia lebih lebih drama lagi ….

Gitu terus sampai salah satu diantara kalian ada yang meninggal dunia.

Saran gue, dari pada dimarahin, mending kasih dia nasehat atau wejangan. Itu lebih baik daripada memarahi dia. Omongin baik-baik dan minta dia jangan terlalu berlebihan. Kalo emang nggak berubah dan makin parah, suntik mati aja gapapa. Yang penting jangan dimarahin.


Ketiga!

KASIH TAU

Orang yang drama sering nggak sadar kalo mereka itu drama. Pas lagi drama, mereka ngerasa sedang direlaksasi sama Uya Kuya. Lepas gitu aja. Bahkan mereka nggak sadar kalo di grepe-grepe sama Ciripa.

Diacara Uya Kuya, orang yang direlaksasi baru bisa sadar saat mendengar suara tepuk tangan yang keras dari penonton. Gitu juga dengan orang drama. Mereka baru sadar pas orang udah rame ngatain mereka.

Sebagai pacar yang baik, kalian harus mencegah hal itu terjadi. Karena dia pasti sedih banget. Jadi, sebelum orang ngatain dan ngecap dia drama, kalian sebagai pacar harus ngasih tau dia duluan. Iya, kasih tau kalau dia drama. Karena orang kayak gitu emang perlu disadarkan.

Cara ngasih taunya?

Gunakan bahasa yang sopan dan nggak bikin dia sakit hati. Bahasa Jawa kromo adalah solusinya. Bahasa ini sangat halus dan biasa dipakai dilingkungan kraton. Sangat sopan untuk menyampaikan sesuatu. Tapi ingat, berbicara dengan bahasa ini juga ada mitosnya. Jangan ngomong pakai bahasa ini pas kalian lagi nonton konser Slank, Avanged Sevenfold atau konser yang heboh. Kenapa? Karena nggak bakal kedengeran.


Keempat!

BE A GOOD LISTENER

Kenapa orang-orang drama suka update status galau atau upload foto selang infus di media sosial? Karena mereka berharap ada yang ngasih komen kayak gini:

“Kamu kenapa?”

atau.

“Yang tabah ya, mereka emang jahat *kiss n hug*”

Yap, mereka mencari orang yang peduli terus juga mendukung. Tujuan utama mereka ngasih kode atau update status-status galau kayak gitu adalah cuma mau dapet perhatian. Coba deh kalian kasih komen gini:

“Ada yang bisa aku bantu?”

Pasti jawabnya “nggak ada” atau “nggak usah.” Karena sebenernya yang mereka cari cuma kepedulian, bukan pertolongan. Maka solusinya, jadilah pendengar yang baik, ajak komunikasi tentang apa yang diinginkan sang pacar dan suruh dia cerita tentang masalah yang sedang dia hadapi. Dengan kepedulian yang cukup dan perhatian yang memadai, pasti nggak akan ada lagi status-status galau dari dia. 

.....InsyaAllah. Jika Allah menghendaki.


Kelima!

HINDARI HAL YANG BERBAU DRAMA

Sifat drama biasanya terbentuk dari lingkungan sekitar, bukan bawaan orok. Nggak ada anak bayi yang baru lahir terus tiba-tiba update status di Twitter bapaknya, “Ku tak pantas dilahirkan #NoMention”

Sifat drama terbentuk dari apa yang diliat, dibaca, didenger, dan dirasain. Jadi, hindarkan dia dari hal-hal yang berbau drama. Kayak FTV, telenovela, novel cinta, sinetron, dan semua lagu Krispatih dari mulai mereka bikin band sampai Sammy Simorangkir ketangkep pakai sabu.

Karena menurut survey, itu semua bisa memicu meningkatnya kedramaan seseorang menjadi 90% dari sebelumnya 68% hanya dalam waktu satu minggu bila dibiarkan terpengaruh terus menerus. (Sumber info: Tebak-tebak Jenggo)

Intinya, pengaruh lingkungan itu sangat dominan. Kalian harus pinter jaga diri dan jaga hati, jangan kau nodai, jagalah hati, lentera hidup ini…


Terakhir!

MASUKIN SEKOLAH TEATER

Pacar kalian dramanya udah berlebihan banget? Sering nangis-nangis nggak jelas kek psikopat yang kuku kakinya kejepit meja belajar? Tenang. Selain Rumah Sakit Jiwa Depok, alternatif lainnya mungkin kalian bisa masukin dia ke sekolah teater. Siapa tau dia jadi bintang FTV terus nongol di SCTV jam 2 pagi.

Itu bisa jadi nilai investasi, karena dia pasti menghasilkan banyak Rupiah untuk mencukupi hidup kalian kelak ketika berumah tangga. Meskipun tiap syuting, dia cuma nongol setengah punggungnya doang. Seenggaknya, drama dia bisa bermanfaat buat dirinya, kalian, dan orang lain.


Okay, segitu dulu ya tipsnya. thanks for reading guys and good luck for you :)

Jangan lupa follow Twitter gue, ya. @Ariesuryawinata




BACA JUGA:









8 komentar:

  1. HaHahahs.... rie rie, kayaknya emang "berpengalaman" sekali ya?
    Menurut persepsi kamu, cewek melankolis sama dramatis itu sama g y?
    Menurut cowok sendiri, seribet apasih pacaran dng cewek dramatis gitu?
    Terus apa ada juga cowok dramatis y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...iya nih gea, banyak sudah pengalaman tentang hal beginian :D
      Beda, tapi biasanya saling berhubungan. Dramatis itu artiannya lebih luas, sedangkan melankolis itu lebih sempit. Kira-kira gitu deh..heheh

      Ya ribet, tapi harus ada yang dramatis-dramatis gitu. Soalnya kalo lempeng-lempeng aja, nggak ada yang spesial dong. Kayak bukan pacaran :D Asal jangan berlebihan aja, gak masalah...

      Ada, banyak malah! Drama tidak memandang jenis kelamin...

      Hapus
  2. Hahaha ,,, kalo baca tulisan lo pasti punchline-nya tingkat dewa... kampet :D

    gue paling setuju yang masukin sekolah drama Ri, biar bakatnya makin terasah, semakin bagus bermain drama, pacarnya akan semakin terzalimi.. pasti syahdu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...makasih kakak edotz "mahasiswa gagal gaul" :D

      Yak, bener banget. Itu semacam investasi jangka panjang. Siapa tau dia jadi seleb..hehe

      Hapus
  3. waduh ribet juga kayaknya ya kalau punya pacar dramatis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya...banget! Tapi itu harus ada, biar hubungan makin indah. Asal gak berebihan. Kira-kira begitulah mas Tips Obati Tekanan Darah Rendah :D

      Hapus
  4. Dia drama à kalian marahin à karena dimarahin, dia sedih à karena sedih, dia drama lagi à kalian marahin lagi à karena dimarahin lagi, dia makin sedih à karena sedih, dia lebih lebih drama lagi ….

    Gitu terus sampai salah satu diantara kalian ada yang meninggal dunia.


    Oke BHAAAY! Lama-lama gue yang meninggal dunia. -__-
    Hahaha kunjungan pertama nih, menghibur. :))
    Keep writing! ^^

    BalasHapus
  5. hahaha betul juga ya jika kita punya pacar yang dramatis berarti kita harus bisa jadi sutradaranya :)

    BalasHapus