Jumat, 24 Januari 2014

Janji-Janji Yang Sering Diingkari Cowok



Beberapa hari yang lalu, gue nongkrong “sendirian” di sebuah café ditemani segelas susu vanilla hangat dan sepiring pisang bakar coklat keju yang mulai dingin karena sedari tadi hanya gue abaikan. Malam itu sedang turun hujan lebat sehingga pengunjung malam itu nggak terlalu ramai, hanya tampak beberapa orang yang sibuk dengan laptop dan gadged-nya masing-masing.

Namun tiba-tiba datang sepasang kakasih yang memecah keheningan di café itu. Mereka duduk persis disebelah gue dan langsung memesan minuman hangat ke pelayan. Dari yang gue liat, mereka sepertinya sedang dalam kondisi yang kurang baik. Karena sejak datang dan hampir 10 menit lamanya mereka hanya diam tanpa sepatah katapun yang terlontar dari mulut masing-masing.

Setelah gue perhatikan, cewek itu berwajah cantik dengan rambutnya yang hitam lurus sepunggung dan kulitnya yang putih mulus. Sedangkan si cowok, giginya berwarna kuning metalik dan diameter lubang hidungnya terlalu besar untuk ukuran manusia bumi.

Nggak lama, terlihat seorang pelayan datang menghampiri mereka, “Maaf mas, asbaknya tidak dipakai? Boleh saya ambil? Pelanggan kami yang disana membutuhkannya”. Melihat kejadian itu, gue langsung mempunyai suatu rencana. Gue bakalan datang menghampiri meja mereka kayak pelayan tadi, lalu dengan sopan, gue bakalan bilang kayak gini:

“Maaf mas, lagi berantem, ya? Pacarnya nggak dipakai lagi, kan? Boleh saya ambil? Hati saya membutuhkannya”. Selanjutnya pasti si cowok kesal dengan omongan gue, dia bakalan berdiri, mengarahkan lubang hidungnya ke gue, menarik nafas dalam-dalam, dan berusaha menyedot gue kedalam paru-parunya.

“Awww..!!” Lamunan gue seketika buyar ketika teriakan kecil keluar dari mulut si cewek. Ternyata si cowok berhidung besar tersebut mencubit lengan pacarnya itu, “Udah dong, ngambeknya…”. Ucap si cowok dengan nada memelas. Karena kesal, cewek itu membalas dengan menginjak kaki si cowok. “AWWW, SAKIT BEGO!!” cowok itu berteriak kesakitan dan keluar beberapa tetes airmata dari matanya. Ternyata cewek itu nggak sengaja menginjak  koreng di kaki si cowok yang baru aja mau mengering.

“Kamu, sih, ingkar janji sama aku!” sahut si cewek dengan nada kesal. “Ya berarti kita impas, dong. Kan kemaren kamu juga ingkar janji!!” Lanjut si cowok menjelaskan. “Tapi ini bukan yang pertama, ini tuh udah yang kesekian kalinya, tauk!!” Si cewek mulai depresi dan menunjukan jurus andalannya supaya seolah-olah yang salah adalah si cowok, yaitu:

Nangis.

Seperti biasa, si cowok akhirnya mengalah dan meminta maaf sambil memegang tangan pacarnya itu. “Maafin aku, ya”. Mendengar ucapan maaf, si cewek lalu mengusap air matanya, “iya, kali ini aku maafin. Tapi kamu harus ngaku kalo kamu itu bukan orang pinter” pinta si cewek. “Lho, kok gitu?” tanya si cowok heran. “Iya, kan orang pinter tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kamu kan selalu mengulai kesalahan yang sama” jawab si cewek. “Iya, serah deh serah” ucap si cowok jengkel. Dan akhirnya mereka suap-suapan roti bakar sebagai tanda perdamaian.

Nah, berdasarkan kejadian di atas, kali ini gue mau membahas tentang “Janji-janji yang sering dilanggar sama cowok”. Postingan ini bukan bermaksud untuk mengumbar aib dan merendahkan cowok-cowok di Indonesia, tapi postingan ini dibuat hanya untuk memojokan cowok-cowok di Indonesia. Bukan untuk mengumbar aib dan merendahkan mereka. Janji-janji apa aja itu? Nih dia :


JANJI BERHENTI MEROKOK

Bagi cewek-cewek yang cowoknya lebih suka menghisap tembakau dari pada menghisap dirinya, pasti udah nggak asing lagi sama janji yang satu ini. Dan pastinya udah bosen mendengar kata 'maaf' dari cowoknya karena berkali-kali telah melanggar janji ini.

Gue sebagai perokok merasa kalo janji ini adalah janji yang paling sulit untuk ditepati. Kenapa? Karena berhenti merokok itu nggak semudah keliatannya. Ada aja alasan yang mendukung untuk kembali merokok. Lagi stress, lah, lagi bosen, lah, cuaca dingin, lah, abis makan pedes, lah, pokoknya ada aja alasan buat ngerokok. Biasanya, sih, si perokok bakalan bilang gini : “Janji, deh, ini satu batang terakhir”. Tapi apalah daya, “sebatang demi sebatang, lama-lama menjadi bukit” (Pepatah gagal).

Saran gue buat cewek-cewek yang punya pacar perokok. Jangan seenanknya sendiri ngelarang-larang cowoknya merokok. Kalian juga harus membantu dia untuk berhenti merokok. Karena terkadang orang itu butuh dorongan dari luar selain niat dari dalam dirinya sendiri. Caranya gimana? Cari aja di Google


JANJI NGGAK BAKALAN TELAT

Kita semua setuju kalo hampir semua orang Indonesia itu suka telat alias ngaret. Tapi asal kalian tau, senyebelin-nyebelinnya cowok telat, lebih nyebelin dan bikin panik lagi kalo yang telat itu cewek. Dulu gue pernah dapat sms dari mantan gue, waktu itu sekitar jam 7 pagi. Isi sms nya kira-kira gini:

“Sayang, aku telat :( “

Astagfirullah, kok bisa? Gak, itu bukan anakku! Aku gak pernah buang didalem. Pokoknya kita PUTUS!!”

“Aku telat ikut tes CPNS, bego!!”

“Oh..kirain. hehe”

“Tapi kalo aku “telat” beneran, segampang itukah kamu mau mutusin aku? Ok. Kita PUTUS!!”

“Eh…”

FYI, yang kita mau bahas disini bukan telat yang kayak gitu, tapi telat/terlambat dalam artian yang sebenarnya. Misalnya kalian mau jalan-jalan atau sekedar nonton ke bioskop pas malam Minggu. Dia janji jemput jam 4 sore sehabis Ashar, tapi sampai adzan Subuh berkumandang, dia nggak dateng-dateng. 

Beda sama cewek yang suka telat karena kelamaan dandan, alasan cowok telat biasanya lebih manusiawi. Biasanya sih nggak jauh-jauh dari ketiduran, lupa, atau ada urusan lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga mengharuskan dia harus telat. Namun kadang-kadang ada juga beberapa cowok yang suka telat karena menikmati yang namanya ‘adrenalin rush’. Apa itu? Adrenalin rush adalah suatu kondisi dimana seseorang itu harus terburu-buru untuk melakukan sesuatu diujung waktu yang mepet. Dan sayangnya, banyak cowok yang menyukai sensasi dari adrenalin rush ini karena seru dan penuh tantangan. Termasuk gue. 

Untuk mengatasi masalah cowok yang suka telat ini, kalian para cewek cuma perlu melakukan dua hal. Pertama, “pasrah”. Kedua, “jangan punya cowok yang suka telat”. Simple, kan?


JANJI BAKALAN NGASIH KABAR

Cowok kalau udah fokus ke sesuatu yang dia suka, bakalan lupa sama dunia. Dan logikanya, sama dunia aja dia bisa lupa apalagi sama kamu yang cuma pacarnya? Susah memang kalo salah satu pihak suka lupa ngabarin dan tiba-tiba menghilang gitu aja. Sementara pihak yang lainnya selalu punya keinginan untuk memastikan pasangannya dalam kondisi baik disana. 

Dalam menjalin hubungan, komunikasi itu memang yang nomor satu. Tapi kadang, kebanyakan komunikasi juga bisa bikin hubungan jadi basi. Jadi kalo cowok kalian suka menghilang tanpa kabar, sabar aja, tunggu beberapa saat. Kalo urusannya udah selesai dia pasti ngabarin, kok. Dan ingat! Jangan ngelakuin hal-hal bodoh kayak nelpon dan sms berkali-kali. Bukannya menyelesaikan masalah, tapi malah bikin cowok risih. Kenapa? Karena dunia dia bukan cuma kamu, ada juga beberapa hal penting lain yang harus dia lakukan selain mikirin kamu. Misalnya: nonton Naruto.


JANJI NGGAK BAKAL MACEM-MACEM

Nah, ini dia janji yang sebetulnya paling banyak dilanggar oleh para cowok-cowok tulen diluar sana. Secantik apapun kalian dan secinta apapun dia dengan kalian, pasti senggaknya dia pernah sekali-duakali ngelirik kiri-kanan. 

Tapi kalian nggak perlu khawatir kalo cowok kalian kayak gitu, itu wajar kok. Biasanya cowok kayak gitu cuma buat hiburan aja, bukan buat diseriusin. Bersyukurlah kalian masih diduakan dengan wanita lain, bukan dengan pria lain.

Uniknya, bukan cuma cowok yang suka lirik kiri-kanan, kebanyakan cewek juga suka begitu. Tapi hebatnya, cewek punya dua-ribu-tujuh-ratus cara untuk menutupi perbuatannya, nggak kayak cowok yang mudah ketahuan. Ya, kan?

Tapi selama kalian memakluminya dan nggak banyak ngekang, cowok kalian nggak bakal bertindak lebih, kok. Intinya cuma rasa percaya aja, ibarat boomerang, dilempar sejauh apapun juga bakalan balik ke pemiliknya semula. Tapi kalo dia udah berlebihan kayak jadian sama cewek lain atau menghamili anak orang, jangan ragu buat putus. Karena nggak ada yang lebih buruk dari pada seorang penghianat. Dan penghianatan adalah penyakit yang bakalan sering kambuh lebih dari satu kali, jadi jangan pernah dimaafkan dan kembali padanya lagi.


JANJI NGGAK BAKALAN JADI SAHABAT DAHSYAT

“Apa rasanya kalo kalian punya pacar yang tiap pagi selalu tampil dengan poni warna-warni dan menari-nari di acara musik pagi?”

Bagi cowok-cowok tertentu, memang agak susah untuk memenuhi janji ini. “Karena udah jadi hobi, ya mau gimana lagi?”. Ini adalah penyakit yang lebih buruk dari pada penghianatan. Nggak ada jalan lain selain putus. Pokoknya kalo cowok kalian kayak gini, PUTUSIN!! Dan segeralah jadian dengan cowok lain yang bukan sahabat Dahsyat. Misalnya : Sahabat NOAH.

Sebenarnya ada banyak lagi janji-janji cowok yang sering mereka ingkari. Tapi karena takut dianggap mencemooh spesies sendiri dan dicap penghianat sama cowok-cowok yang lain, gue akhiri cukup sampai disini. Buat cewek-cewek diluar sana, jangan pernah bikin janji dengan cowok kalian jika dirasa susah untuk dia menepatinya. Karena yang jengkel nanti kalian sendiri. 

Kalo ada komentar atau pengalama lain, silahkan share di comment box, yes.

Kecup Manja,
Pemilik Sandal Pedot (@Sandalpedottt)

.

Jumat, 17 Januari 2014

Balada Angkatan Tua


“Waktu ne wes entek, semua keluar, tinggalkan lembhar jawabhan diatas mejha masing-masing” Suara pengawas dengan logat Jawanya memecah keheningan didalam kelas. “Wuuuuu…” sorak mahasiswa serentak sambil berjalan keluar ruang ujian.

Diluar kelas, semua mahasiswa angkatan 2011 menunjukan senyum Pepsodennya. Mereka senang karena itu tadi adalah ujian terakhir di semester 5 ini. Meskipun dari sepuluh soal yang dikasih tadi, cuma dua setengah soal yang kejawab. Selebihnya? Diisi dengan doa-doa dan puisi-puisi cinta. Kenapa puisi cinta? Karena kami percaya kalau cinta tak pernah salah.

Ditengah sorak sorai itu, gue cuma diam seorang diri memperhatikan temen-temen yang sedang asik merencanakan “liburan balas dendam” karena semester ini mereka diperbudak sama tugas-tugas yang nggak mahasiswai. Ada yang berencana liburan ke luar kota, ada yang mau pacaran sepuasnya, bahkan ada juga yang berencana melakukan kawin kontrak hanya selama liburan. Semua tujuannya untuk bersenang-senang.

Ditengah keramaian itu, setelah gue perhatikan, ternyata ada yang janggal. Jumlah populasi angkatan kami semakin berkurang dan nggak sebanyak dulu!. Gue baru nyadar kalau ada beberapa orang temen gue yang udah lama nggak pernah keliatan lagi di kampus. Dan mereka yang menghilang itu jumlahnya selalu bertambah setiap semester. Otak gue mulai berimajinasi. Kalau jumlah seluruh angkatan gue ada sekitar 300-an orang, dan kalau jumlah yang hilang setiap semesternya mencapai 50 orang, maka angkatan kami akan punah seluruhnya pada semester 6!!

*Gue panik*

Gimana kalo cuma gue sendiri nantinya yang bisa bertahan dari kepunahan itu? Gue bakalan hidup sendirian dikampus tanpa teman seangkatan. Tiap hari gue harus menahan malu dan sakit hati karena dilemparin anak-anak MABA pakai binder sambil disorakin “Angakatan tuaa…angkatan tuaa, pergi sana wisuda!! Engkau terlalu hina untuk kampus ini!! Darahmu KOTORRRRR!!”. Lalu besoknya mayat gue ditemukan tergantung setengah telanjang di ruang Dekan.

*SADIS*

Untungnya, sebelum imajinasi gue terlalu jauh, gue cepat-cepat menyadarkan diri dan bergegas ke ruang Tata USaha. Kenapa gue ruang Tata Usaha? Entah lah, gue ngerasa tenang aja kalo berada diruang itu. Setelah gue sadar sepenuhnya dan bisa berpikir jernih, gue bisa menyimpulkan kalau imajinasi gue barusan itu…SAMPAH! Tapi, satu hal yang masih jadi pertanyaan dipikiran gue. Apa kira-kira penyebab dari hilangnya temen-temen angkatan gue ini?

Seleksi alam, kah? di drop out, kah? Atau…diculik Alien?

Karena penasaran, akhirnya gue mencoba mencari jawabannya dengan bertanya ke temen-temen gue yang dekat sama temen-temen gue yang hilang itu. Untungnya ada beberapa jawaban yang berhasil gue dapat dari temen-temen gue mengenai penyebab menghilangnya temen-temen gue yang hilang itu. Penyebabnya itu umum banget. Gue yakin  banget ada juga temen-temen kalian yang mengalami hal yang sama dengan temen-temen gue ini, yaitu menghilang dari kampus. Langsung aja, nih dia penyebab-penyebab menghilangnya mereka:

Masuk Polisi
Sebut saja namanya Wawan. Dia adalah temen gue yang kalo dikelas, sejak dosen bilang “anak-anak, kuliah hari ini kita awali dengan bismillah” sampai dosen bilang “anak-anak, kuliah hari ini kita akhiri dengan alhamdulilah” selalu ketiduran dengan bijaksana. Setiap hari matanya selalu keliatan ngantuk, kayak orang yang habis ngeronda 7 tahun berturut-turut tanpa pernah tidur sehari pun. Dan dari mulai masuk kuliah sampai sekarang, pileknya nggak pernah sembuh-sembuh.

Setelah liburan semester tiga kemaren, Iwan tiba-tiba menghilang dan sejak saat itu dia nggak pernah lagi menampakan ingusnya di kampus. Dia seolah menghilang entah kemana. Tapi karena dia bukan seorang mahasiswa yang penting, gue dan temen-temen yang lain cuek-cuek aja nggak ngelakuin apa-apa. Dia itu ibarat kentut, keberadaannya lebih mengganggu dan tanpa dia, udara jauh lebih segar.

Tapi, di pertengahan semester empat yang lalu, disaat kehidupan kami sudah tenang tanpa dirinya, tiba-tiba Wawan muncul diparkiran. Rambutnya plontos, bentuk badannya menyerupai pejantan Elemen, pakai pakaian ketat, dan alhamdulilah ingusnya nggak meler-meler lagi.

Iyak, benar. Wawan sekarang sudah jadi polisi. Orang yang sebelumnya selalu diamankan warga, sekarang sudah jadi petugas keamanan, yaitu polisi. “Selamat ya wan, gue nggak nyangka cita-cita lo akhirnya tercapai” Ucap gue kepada Wawan. “Iya dong, ngomong-ngomong mana nih cewek yang paling cantik dikampus ini, sini gue pacarin” Sahut Wawan sombong. Tiba-tiba temen gue Andi ngebisikin sesuatu ditelinga gue, “berapa tahun ya hukuman kalo ngemutilasi polisi baru?!”. Gue diem dan buru-buru pergi meninggalkan Wawan dan Andi.

Selain Wawan, ada beberapa orang temen gue lainnya yang juga bernasib baik. Mereka ada yang keterima jadi Polisi, Brimob, dan Akpol. Tapi ada juga yang kurang beruntung dan malah jadi satpam di Bank Syariah Mandiri. But, that’s not a problem. Gue doakan semoga kalian semua jadi Polisi yang baik dan bisa mengayomi masyarakat. Atau seenggak-enggaknya, kalian bisa jadi polisi yang lebih baik dari pada polisi-polisi di Bikini Bottom. Aamiin.

Penyebab kedua adalah..

Pindah Jurusan
Ada temen-temen gue yang sudah dua semester belajar di fakultas Hukum tapi belum bisa menghapal Pancasila dengan urutan yang benar. Tapi kalau di suruh merakit komputer, satu kabelpun nggak pernah kebalik. Ada juga yang sejak masuk fakultas Hukum belum pernah pegang Undang-Undang Dasar, tapi kalau disuruh bagi warisan satu Rupiah pun nggak pernah meleset dari perhitungan.

Yak, mereka adalah korban salah jurusan.

Sedikit cerita, dulu gue pikir masuk fakultas Hukum ini adalah sebuah kesalahan. Gue dulu kepengin jadi dokter, karena menurut gue dokter itu keren dan bisa punya duit banyak tanpa perlu dipanggil KPK. Gue selalu membayangkan diri gue dengan pakaian rapih, kaca mata frame tipis, dan berjas putih sedang memeriksa cewek cantik yang mengalami sakit dibagian dadanya. Its so perfect, guys!

Tapi, belakangan gue menyadari kalau gue hanya tertarik dengan luarnya seorang dokter, bukan ilmunya. Akhirnya, karena gue kuat dalam urusan hapal-menghapal, gue memutuskan masuk ke fakultas Hukum. Karena jadi seorang ahli hukum itu nggak jauh berbeda dengan seorang dokter. Dokter membuat orang sembuh dengan obat-obatannya, sedangkan ahli hukum membuat orang meriang dengan gugatannya.

Jadi buat kalian dedek-dedek SMA, dari pada kalian sibuk mikirin cabe-cabean, mendingan kalian bikin keputusan dari sekarang tentang masa depan kalian. Jangan takut memilih fakultas yang sesuai dengan bakat kalian hanya karena fakultas lainnya  yang lebih keliatan mentereng. Kejarlah profesi yang benar-benar kalian inginkan, karena sebaik-baiknya profesi adalah yang berhubungan dengan hobi.

Pernikahan Dini
Ini adalah alasan yang paling lumrah. Ada beberapa temen gue yang diam-diam udah nikah dan hijrah dari kampus karena malu. Mereka nikah biasanya karena adanya dorongan arus yang kuat sehingga terjadi konsleting syahwat. Ya pokoknya gitu lah, gue yakin kalian sudah sarjana tentang masalah beginian. Jadi, nggak banyak yang bisa gue ceritain tentang hal ini, karena ngomongin rumah tangga orang lain itu dosa. Gue takut Tuhan marah dan dimasa depan gue cuma dikasih rumah, tanpa diberikan sesosok tangga untuk membuat suatu rumah tangga. Pokoknya udah, gue nggak mau ngomongin ini lagi.


Naik Gunung

“Gue titip absen ya, bro..”

“Mau kemana lo?”

“Gue mau naik gunung Himalaya, terus lanjut acara outbond di Istora Senayan”

“Hah? Berapa lama lo pergi?”

“Bentar kok, cuma 8 semester. Sekalian gue titip skripsi gue, ya. Pokoknya pas gue pulang nanti, gue cuma tinggal wisuda doang. Makasih sebelumnya. Bye”

“ ……… “

Itulah pesan terakhir dari temen gue, Rafi. Dia berambisi banget bisa mendaki seluruh gunung yang ada di Indonesia. Bahkan tujuan utama dia kuliah bukan mencari gelar sarjana, tapi supaya bisa jadi anggota MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam).

Setelah berhasil menjadi anggota Mapala, sekitar pertengahan semester dua, Rafi juga menghilang dari kampus kayak temen-temen gue lainnya. Setiap gue tanya, dia selalu bilang lagi di gunung. Tapi anehnya, Twitter, Fb, Path, dan Instagram dia selalu di update setiap hari. Pertanyaannya adalah, gunung mana yang menyediakan sinyal Androit full service? Entahlah...

Dan penyebab terakhir adalah…

Lupa Jalan Ke Kampus
Ini cuma alasan yang mengada-ngada. Alasan kayak gini biasanya dipakai buat orang-orang yang terbuai dengan harta bokapnya dan percaya kalo harta bokapnya itu nggak bakal habis sampai pemilihan presiden Indonesia yang ke-38. Sehingga, mereka beranggapan bisa hidup mewah tanpa harus capek-capek masuk kuliah. Mereka adalah orang-orang yang menentang pepatah “bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian” dan menggantinya dengan “Bersenang-senang aja dulu, toh, susah tak akan datang”. 

Udah, cuma itu penyebab-penyebab hilangnya temen-temen kampus gue. Semoga ada manfaatnya apapun itu dan semoga menghibur. Tapi kalo kalian punya pengalaman yang sama dikampus, please share di comment box, yes. Siapa tau kita bisa membongkar permasalahan hilangnya temen-temen kampus ini secara lebih mendalam dan bisa dijadiin bahan penelitian skripsi. Dan tentunya bisa menjaga keutuhan teman-teman angkatan. Haha…

Terima kasih udah berkunjung ke blog gue.. 

Kecup manja,
Pemilik Sandal Pedot (@sandalpedottt )