Minggu, 11 Mei 2014

Negative Thinking


Selesai menghabiskan sebakul nasi dan beraneka macam lauk pauk yang kayaknya nggak terdaftar dalam jajaran menu empat sehat lima sempurna, gue merogoh tas dan mengambil sebungkus rokok. Meskipun keliatan banyak, tapi bagi gue –dengan ukuran lambung yang sama lebarnya dengan kresek laundry- makanan segitu belum ada apa-apanya. Cuma cemilan ringan yang ngotor-ngotorin gigi!

Gue lalu ngeluarin sebatang rokok dari bungkusnya dan membakar rokok itu sambil nyedotin sisa-sisa jus alpukat yang agak hambar karena kurang gula. Dan melanjutkan obrolan dengan Ayu, temen gue dikampus, yang tadi sempat terhenti saat kami makan. Ayu adalah seorang cewek berumur 19 tahun, cita-citanya pengen punya salon, mangkanya doi kuliah di fakultas Hukum (Nyambung banget!). Sekedar informasi, Ayu punya wajah yang menurut gue sangat baby face. Sedangkan gue punya wajah yang sangat manula face. Sehingga, sore itu gue terlihat seperti seorang duda yang lagi ngajak anak bungsunya jalan-jalan.