Founder


Berawal dari hobi menulis, gue akhirnya memutuskan membuat sebuah blog. Blog pertama gue waktu itu adalah Kerbaubule.blogspot.com, yang hanya bertahan beberapa bulan karena banyak komentar miring disana dan ngomong macem-macem yang pada intinya ngatain gue niru-niru salah satu nama blog dari blogger yang udah tenar duluan. Akhirnya, karena ngerasa dibanding-bandingin, blog itu pun gue lenyapkan selama-lamanya.

Selang beberapa bulan, gue mencoba membuat blog kembali dengan nama yang unik supaya gue nggak dibanding-bandingin lagi sama blogger manapun. Dari sana tercetuslah nama "Sandalpedot" yang menurut gue merupakan nama yang cukup unik dan mempunyai filosofi tersendiri.

Meskipun blog gue baru, tapi kemampuan gue tetep nggak baru. Gue masih bertahan dengan tampilan standar nun sederhana karena gue emang nggak ngerti soal desain. Gue nggak paham photoshop, gue nggak ngerti coreldraw, apalagi disuruh ngubek-ngubek HTML. Retak pala Barbie, bang.

Akhirnya, gue sadar kalo sesuatu itu nggak perlu terlihat bagus, yang penting bisa membuat orang nyaman. Berangkat dari pemahaman itu, gue mulai untuk lebih fokus buat memperbaiki konten. Yap, konten disini adalah tulisan-tulisan gue. Gue mulai belajar cara menulis yang baik menurut versi gue sendiri, yang bisa membuat pembaca nyaman. Gue nggak terlalu suka teori dari orang lain yang njlimet dan malah ujung-ujungnya bikin gue nggak jadi nulis karena takut salah atau malah bikin gue jadi kaku karena terlalu terpaku pada teori yang mereka kasih.

Cara yang gue gunakan adalah dengan ngadain riset kecil-kecilan. Gue mulai banyak-banyakin baca, dan belajar nyeritain apa yang gue baca itu ke orang lain. Kalo orang itu ngerti dan tertarik dengan cerita gue, itu artinya gue udah punya modal utama untuk menulis: Komunikasi yang baik.

Menurut gue, dengan mampu memahami cara berkomunikasi yang baik, kalian akan tau dimana menempatkan “jeda”, dimana kalimat itu harus berakhir, dan kapan waktunya mengeluarkan kalimat dengan tanda “seru.” Kondisikan seakan-akan kalian sedang berkomunikasi dengan orang asing yang nggak kalian kenal, dan ceritakan sedetail mungkin ke mereka. Hanya saja dengan cara ditulis.

Setelah trik itu gue pahami, tulisan-tulisan lawas yang gue anggap nggak menarik dan “gagal”, gue hapus dari blog ini. Alhasil, cuma sedikit postingan yang bisa kalian baca di blog gue ini (InsyaAllah gue bakal tambahin lagi). Selain itu, gue mau tulisan di blog ini bukan tulisan yang asal jadi. Setiap tulisan rata-rata gue buat satu sampai dua minggu. Bukan apa-apa, gue pasti baca dan edit terus-terusan sampai gue yakin kalo tulisan itu bener-bener layak publish. Apalagi tulisan yang punya unsur komedinya. Gue harus mikir lebih keras buat nambahin adegan atau kata-kata yang bisa bikin pembaca ketawa –atau minimal nyengir- pas mereka baca tulisan gue itu. Karena bikin cerita komedi itu 3x lebih susah daripada bikin tulisan yang dramatis atau sejenisnya. Menurut gue sih…hehe

Gue juga memutuskan untuk membahas kisah-kisah hidup gue dan permasalahan-permasalahan asmara remaja dalam blog gue ini. Karena apa? Karena cerita yang menarik itu timbul dari permasalahan. Yap, hidup dan pengalaman cinta gue semuanya bermasalah -___-

Gue selalu berusaha supaya blog gue ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Dalam artian, blog ini isinya nggak flat/monoton dan selalu punya kejutan serta manfaat baru untuk kalian semua. So, jangan bosen-bosen mampir ya :)

Oh iya, supaya bisa lebih kece lagi, gue juga sangat mengharapkan kritik dan saran dari kalian. Caranya? tulis aja di kolom komentar...hehe

Oke...sekian dari gue, salah hangat.


*****

Arie Suryawinata as Sandalpedot

Merupakan pemuda yang memiliki darah campuran Garut dan Bengkulu. Lahir di Bangko, Jambi, kuliah di Yogyakarta, tinggal di Jakarta. Pertanyaan: Kemana dia harus mudik?

Dibesarkan dari keluarga dengan status sosial menengah kesamping. Menyukai hal yang antimainstream. Mempunyai gelar Sarjana Hukum (SH) di belakang namanya. Tidak tau dengan pasti manfaat gelar tersebut. Tidak fanatik dengan bola kaki seperti kebanyakan pejantan lain. Dalam proses belajar menjadi cowok peka dan proporsional kepada Larasati Ayuningtyas (Ayu).

Mau tau wujud gue? Boleh.

Dengan Pakaian
Tanpa pakaian


Dapat dihubungi disini:

Twitter       @Ariesuryawinata

FB              : Arie suryawinata

FansPage  : Sandal Pedot
        
Telp           : 0857 8914 7018

Email         : sandalpedott083@gmail.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar